Definisi Cerpen
📖 Menurut KBBI, cerpen merupakan cerita pendek yang berisi tentang kisah cerita yang berisi tidak lebih dari 10 ribu kata.
📖 Menurut H.B Jassin cerpen merupakan sebuah cerita pendek yang memiliki bagian dimana terdapat struktur yang lengkap mulai dari perkenalan, permasalahan dan penyelesaian dari masalah tersebut.
📖 Sedangkan menurut saya pribadi, cerpen adalah cerita yang tidak lebih dari 10.000 kata dan tidak kurang dari 1.000 kata. Memiliki awalan, konflik, dan ending serta amanat.
Unsur Intrinsik Cerpen
Apa sih unsur intrinsik cerpen itu?
Unsur intrinsik cerpen adalah unsur pembentuk yang harus ada di dalam cerpen.
Ada 7 macam unsur intrinsik cerpen. Simak sama-sama, yuk.
1. Tema
Sebuah cerpen harus memiliki tema cerita. Hal ini karena tema menjadi unsur utama yang ingin disampaikan penulis pada kisah ceritanya.
2. Alur atau Plot
Alur atau plot merupakan urutan peristiwa atau jalan cerita pada sebuah cerpen. Pada umumnya alur pada cerpen diawali dengan perkenalan, konflik masalah, lalu penyelesaian. Namun, ada beberapa jenis alur cerita yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran.
3. Setting
Setting merupakan penjelasan mengenai latar atau tempat, waktu, dan suasana yang terjadi dalam cerpen tersebut.
4. Tokoh
Tokoh merupakan pemeran yang diceritakan dalam sebuah cerpen. Tokoh terdiri dari pemeran utama dan pemeran pendukung.
5. Watak
Watak merupakan gambaran sifat dari para pemeran. Watak terdiri dari tiga jenis yaitu protagonis (baik), antagonis (jahat) dan netral.
6. Sudut pandang atau _point of view_
Sudut pandang merupakan cara pandang pengarang saat menceritakan kisah pada sebuah cerpen. Sudut pandang dibagi menjadi dua bentuk yaitu sudut pandang orang pertama yang terdiri dari pelaku utama (“aku” merupakan tokoh utama) dan pelaku sampingan (“aku menceritakan orang lain). Sedangkan sudut pandang orang ketiga terdiri dari serba tahu (“dia” menjadi tokoh utama) dan pengamat (“dia” menceritakan orang lain).
7. Amanat
Amanat merupakan pesan moral atau pelajaran yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Pesan moral yang disampaikan biasanya dalam bentuk tersirat maupun tersurat.
Gimana sih caranya bikin cerpen?
❤️Pertama, bikin konsep cerita dulu atau istilahnya outline.
❤️Tentukan tema.
❤️Buat judul semenarik mungkin dan jangan sampai membocorkan isi cerita. Misal kayak, CEO Itu Suamiku. Judul ini udah ketebak gimana alurnya.
Bikin judul yang membuat orang penasaran. Misal, Diajeng Saraswati. Orang akan berpikir, gimana sih cerita yang judulnya ada penggalan nama Dewi Pendidikan?
❤️Milih alur. Nah, untuk yang ini bebas. Mau maju, mundur atau maju mundur cantik, bebas. Sekreatif masing-masing penulis.
❤️Tentukan setting. Saya sarankan setting tempatnya adalah kearifan lokal masing-masing daerah. Ini hanya sekadar saran. Penulis bebas menentukan settingnya dimana dan kapan.
Kalau menurut saya pribadi, lebih suka setting daerah tempat tinggal. Jadi, kita mengangkat kearifan lokal. Saya suering menulis cerpen dengan setting Tuban. Namun, ini kembali ke pribadi masing-masing, ya.
❤️Pilih tokoh dan perwatakan. Si A mau dibuat gimana. Si B mau diceritakan seperti apa, dan lain-lain. Usahakan menceritakan watak tokoh jangan terlalu gamblang. Misal, perempuan itu berkulit putih, beramput panjang dan berparas ayu.
Coba diganti dengan narasi yang lebih indah lagi. Misal, anak rambutnya menari-nari diterpa angin, wajahnya semakin ayu di bawah sinar mentari, dan manik matanya berbinar kala mendapati kupu-kupu terbang.
Gimana? Lebih bagus narasi pertama atau kedua?
❤️Untuk sudut pandang ini, terserah ya. Penulis bebas memakai sudut pandang orang pertama atau ketiga.
❤️Amanat ini yang paling penting. Sebab, salah satu dari tujuan menulis adalah mengingatkan sesama.
Guru menulis saya pernah bertutur, menulis itu untuk dakwah. Nanti bisa jadi amal jariyah. Ketika kita sudah meninggal, tapi karya kita yang mengandung banyak amanat tetap dibaca dan diamalkan, maka pahala kita dari menulis akan selalu mengalir.
Itulah kekuatan menulis. Jadi, menulis itu untuk mengabdi dan mengabadi.

0 Comments